Selasa, 22 September 2015

Pertemuan XII

Penjelasan singkat Structure (Struct) Pada C++

Pengertian
Structure (struct) merupakan kumpulan variable-variable yang bertempat di suatu tempat yang sama. Berbeda dengan array yang berisi kumpulan variable-variable yang bertipe sama dalam satu nama, maka suatu structure dapat terdiri dari variable-variable yang berbeda tipenya yang tersimpan dalam satu nama structure.

  • Berbeda dengan array hanya berupa kumpulan variabel yang bertipe data
    sama, struct bisa memiliki variabel-variabel yang bertipe data sama atau
    berbeda, bahkan bisa menyimpan variabel yang bertipe data array atau
    struct itu sendiri.
  • Variabel-variabel yang menjadi anggota struct disebut dengan elemen
    struct.
Bentuk umum dari struct:
typedef struct{
   tipe_data <nama_var>;
   tipe_data <nama_var>;
   .... }
Struct bisa diumpamakan sebagai sebuah obyek, misalnya: obyek Mahasiswa. Struct Mahasiswa memiliki property atau atribut atau variabel yang melekat padanya:
  • NIM misal karakter sejumlah 8
  • Nama yaitu karakter
  • IPK yaitu bilangan pecahan

Struct tidak memiliki operasi (method) atau function. Struct dapat digunakan dengan cara membuat variabel yang bertipe struct tersebut.
Misalnya :
  • variabel anton bertipe struct Mahasiswa
  • variabel erick bertipe struct Mahasiswa
Dengan demikian variabel anton dan erick memiliki NIM, Nama, dan IPK masing-masing.
Ada dua cara untuk mendeklarasikan struct pada C yaitu:
Menggunakan keyword typedef:
typedef struct Mahasiswa {
  char NIM[8];
  char nama[50];
  float ipk;
};
//untuk menggunakan struct Mahasiswa dengan membuat variabel mhs dan mhs2
Mahasiswa mhs,mhs2;
//untuk menggunakan struct Mahasiswa dengan membuat variabel array m;
Mahasiswa m[100];
Menggunakan keyword struct:
struct {
  char NIM[8];
  char nama[50];
  float ipk;
} mhs;
Berarti kita sudah mempunyai variabel mhs yang bertipe data struct seperti diatas
Cara penggunaan struct dan pengaksesan elemen-elemennya:
  • Penggunaan/pemakaian tipe data struct dilakukan dengan membuat suatu variabel yang bertipe data struct tersebut
  • Pengaksesan elemen struct dilakukan secara individual dengan menyebutkan nama variabel struct diikuti dengan operator titik (.)
  • Misalnya dengan struct mahasiswa seperti contoh di atas, kita akan akses elemen-elemennya seperti contoh berikut:

CONTOH PROGRAM

Program untuk memasukkan data mahasiswa.
Source code :
#include “stdio.h”
#include “string.h”
#include “conio.h”
typedef struct {
char npm [10];
char nama [20];
char alamat [30];
int angkatan;
float ipk;
} mhs ;
void main()
{
mhs student[100];
char lagi = ‘y’; int i;
for( i = 0; lagi == ‘y’; i++)
{
printf(“nNPM = “); gets(student[i].npm);
printf(“Nama = “); gets(student[i].nama);
printf(“Alamat = “); gets(student[i].alamat);
printf(“Angkatan = “); scanf(“%i”, &student[i].angkatan);
printf(“IPK = “); scanf(“%f”, &student[i].ipk);
printf(“nMasukkan Lagi (y/t) ? “); lagi = getche(); flushall();
}
printf(“nnData yang sudah dimasukkan adalah:n”);
for( int j = 0; j < i; j++)
{
printf(“nNPM : %s”, student[j].npm);
printf(“nNama : %s”, student[j].nama);
printf(“nAlamat : %s”, student[j].alamat);
printf(“nAngkatan : %i”, student[j].angkatan);
printf(“nIPK : %f n”, student[j].ipk);
}
}

OUTPUT PROGRAM

Contoh Program
Contoh Program

ANALISA PROGRAM

Dalam program di atas, kita mendeklarasikan sebuah struct dengan nama mhs. Dalam struct mhs, terdapat lima variable yang dideklarasikan, yaitu array npm, nama, alamat dengan tipe char, kemudian angkatan dengan tipe integer, serta ipk dengan tipe float.
Setelah mendeklarasikan sebuah struct, masuk ke fungsi main. Di dalam fungsi main, terlebih dahulu mendeklarasikan sebuah array student dengan tipe mhs dengan ukuran 100. Maksudnya kita bisa menginput sampai dengan 100 data mahasiswa ke dalam array student. Inilah yang disebut dengan array of struct seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.
Kemudian program masuk ke dalam looping untuk memasukkan data. Maksud dari script gets(student[i].npm); adalah perintah untuk memasukkan seduah data ke array student yang mengakses variabel npm yang ada di dalam struct dengan urutan data ke i.
Looping akan berhenti jika user menginputkan karakter selain ‘y’ yang artinya keluar dari looping. Kemudian program akan menampilkan data yang sudah diinputkan.

UNION

Union memungkinkan suatu lokasi memori ditempati oleh 2 atau lebih variabel dengan tipe data berlainan. Jumlah memory yang diperlukan untuk menampung sebuah variabel union ditentukan oleh field terbesar. Jika elemen-elemen sebuah union terdiri dari data bertipe integer dan char maka memory yang dibutuhkan adalah sebesar int. Jika elemen-elemen sebuah union berupa int, float, dan char maka memory yang diperlukan adalah sebesar float.

Pertemuan XI

Pengertian Fungsi dalam Pemograman C++

Pemrograman
Fungsi / Function adalah satu blok kode yang melakukan tugas tertentu atau satu blok instruksi yang di eksekusi ketika dipanggil dari bagian lain dalam suatu program.
Tujuan pembuatan fungsi adalah :
- Memudahkan dalam pembuatan program.
- Menghemat ukuran program.
Keuntungan memakai fungsi :
- Menguraikan tugas pemrograman rumit menjadi langkah-langkah yang lebih sederhana atau kecil.
- Mengurangi duplikasi kode (kode yang sama ditulis berulang-ulang) dalam program.

- Dapat menggunakan kode yang ditulis dalam berbagai program yang berbeda.
- Memecah program besar menjadi kecil sehingga dapat dikerjakan oleh programmer-programmer atau dipecah menjadi beberapa tahap sehingga mempermudah pengerjaan dalam sebuah projek
- Menyembunyikan informasi dari user sehingga mencegah adanya perbuatan iseng seperti memodifikasi atau mengubah program yang kita buat
- Meningkatkan kemampuan pelacakan kesalahan, jika terjadi suatu kesalahan kita tinggal mencari fungsi yang bersangkutan saja dan tak perlu mencari kesalahan tersebut di seluruh program.
Bentuk umum Sebuah fungsi adalah sebagai berikut :
Tipedata namafungsi(daftarparameter)
{
/*Badan Fungsi*/
return nilaireturn; /* untuk tipe data bukan void */
}

Jenis-jenis fungsi pada C++
1. Void ( Fungi tanpa nilai balik )
Fungsi yang void sering disebut juga prosedur. Disebut void karena fungsi tersebut tidak mengembalikan suatu nilai keluaran yang didapat dari hasil proses fungsi tersebut.
Ciri-ciri dari jenis fungsi Void adalah sebagai berikut:
- Tidak adanya keyword return.
- Tidak adanya tipe data di dalam deklarasi fungsi.
- Menggunakan keyword void.
- Tidak dapat langsung ditampilkan hasilnya.
- Tidak memiliki nilai kembalian fungsi
Keyword void juga digunakan jika suatu function tidak mengandung suatu parameter apapun.
Void : void tampilkan_jml (int a, int b)
{
int jml;
jml = a + b;
cout<
}
Contoh fungsi void :
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
void volume(int &vol, int p, int l, int t)
{ vol = p*l*t; }
main(){
int pj,lb,tg, hsl;
cout<<"Panjang = ";cin>>pj;
cout<<"Lebar = ";cin>>lb;
cout<<"Tinggi = ";cin>>tg;
volume(hsl,pj,lb,tg);
cout<<"\nVolume = "<<hsl;
getch();
}
Hasilnya :
clip_image002

2. Non Void (Fungsi dengan nilai balik)
Fungsi non-void disebut juga function. Disebut non-void karena mengembalikan nilai kembalian yang berasal dari keluaran hasil proses function tersebut .
Ciri-ciri dari jenis fungsi non void adalah sebagai berikut:
- Ada keyword return
- Ada tipe data yang mengawali fungsi
- Tidak ada keyword void
- Memiliki nilai kembalian.
- Dapat dianalogikan sebagai suatu variabel yang memiliki tipe data tertentu sehingga dapat langsung ditampilkan hasilnya
Non-void : int jumlah (int a, int b)
Contoh fungsi non void :
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
int volume(int p, int l, int t)
{ int vol;
vol = p*l*t;
return vol; }
main(){
int pj,lb,hsl,tg;
cout<<"Panjang = ";cin>>pj;
cout<<"Lebar = ";cin>>lb;
cout<<"Tinggi = ";cin>>tg;
hsl=volume(pj,lb,tg);
cout<<"\nLuasnya = "<<hsl;
getch();
}
Hasilnya :
clip_image003

Fungsi (Tanpa Nilai Balik, dengan Nilai Balik, Parameter)

Bahasa pemrograman C++ harus memiliki fungsi (funtion), minimal satu fungsi yaitu fungsi main(). Dalam C++, program merupakan kumpulan dari fungsi-fungsi, baik itu fungsi yang didefenisikan secara langsung dalam program maupun fungsi yang disimpan dalam suatu file header.
C++ mempunyai fungi utama yang disebut fungsi main ( ). Fungsi utama ini selalu ada dalam setiap program C++ dan compiler akan menjalankan program melalui perintah-perintah yang terdapat dalam fungsi ini.
Fungsi merupakan subprogram yang berguna untuk membuat program dapat menjadi medular sehingga akan lebih mudah dipahami dan dapat digunakan kembali, baik untuk program itu sendiri maupun untuk program lain yang memiliki proses yang sama.
Pada bahasa pemrograman C++, fungsi dibedakan menjadi dua, yaitu user-defined function dan built-in function. user-defined function adalah fungsi-fungsi yang didefenisikan sendiri, sedangkan built-in function adalah fungsi-fungsi siap pakai yang telah disediakan oleh compiler.
1. Tanpa Nilai Balik
Dalam pemrograman C++ bukanlah bahasa prosedural, karena prosedur tidak mempunyai nilai balik. Untuk melakukan hal ini di dalam C++, maka harus membuat suatu fungsi dengan tipe void, yang berarti tidak memiliki nilai balik (return value). contoh:
void nama_fungsi (parameter)
{
Pernyataan_yang_akan_dilakukan;
……………
}
2. Dengan Nilai Balik
Berbeda dengan fungsi yang bertipe Void, fungsi dengan nilai balik berguna untuk melakukan suatu proses yang dapat mengembalikan sebuah nilai. Dalam fungsi ini harus didefenisikan tipe data dari nilai yang akan dikembalikan.
Sebagai contoh:
tipe_data nama_fungsi (parameter){
Pernyataan_yang_akan_dilakukan;
……………
return nilai_kembali;
}
3. Parameter
Sekarang akan dibuat fungsi dengan parameter sehingga hasil yang diberikan dapat bersifat dinamis, tentu saja bergantung dari nilai parameter yang dimasukkan.
Parameter yang terdapat pada pendefenisian suatu fungsi disebut dengan parameter formal, sedangkan parameter yang terdapat pada saat pemanggilan disebut dengan parameter aktual.
Jumlah serta tipe data antara parameter formal dan parameter aktual haruslah sesuai, jika tidak maka compiler akan menampilkan pesan kesalahan.
Ada 3 jenis parameter yang dapat dilewatkan pada sebuah fungsi dalam bahasa pemrograman C++, yaitu:
- parameter masukan
- parameter keluaran
- parameter gabungan antara masukan dan keluaran.
Parameter masukan digunakan sebagai nilai masukan dalam sebuah fungsi. Nilai tersebut kemudian akan diproses oleh fungsi untuk menghasilkan sebuah nilai kembalian (return value).

Pertemuan X

Pointer Dan Macro pada C++



                Pada pembahasan kali ane akan coba menjelaskan sedikit tentang Pointer yang tentunya masih pada C++. Pointer sendiri memang ane akuin sedikit agak susah dipahami sih, ane aja harus baca-baca dari modul dan literature lain dulu baru bisa sedikit agak paham nih sama yang namanya pointer pada C++. Langsung aja ya gan….Cekidot…!!!.


  •         Pengertian Pointer

Pointer merupakan sebuah variabel yang berisi alamat dari variabel lain. Suatu pointer dimaksudkan untuk menunjukan ke suatu alamat memori sehingga alamat dari suatu variabel dapat diketahui dengan mudah. Arti pointer dalam bahasa sehari-hari adalah petunjuk atau bisa di bilang penentu atau pointer secara sederhana bisa diartikan sebagai tipe data yang nilainya mengarah pada nilai yang terdapat pada sebuah area memori (alamat memori). Namun dalam bahasa C, Pointer bisa berfungsi sebagai variabel array berarti pointer sebagai penunjuk elemen array ke-0 dalam variabel C. 



  •      Fungsi Pointer
 
Fungsi Pointer yang utama adalah untuk menyimpan alamat memori dari sebuah variable. Selain menyimpan alamat dari sebuah variable, Pointer juga berfungsi untuk menyimpan alamat memori dari sebuah fungsi. 



  •       Macam-macam Pointer



Terdapat dua macam operator pointer yang disediakan oleh C++, yaitu :

1.    Operator Dereference (&)
       Operator ini biasa disebut dengan “address of” atau operator alamat. Dengan menggunakan operator dereference ini, suatu variable akan menghasilkan/menampilkan alamat lokasi memori.



Keterangan :

Jika dilihat dari gambar di atas, sudah ditentukan dimana nilai variable dari ILHAM adalah 75, sedangkan nilai variabel AMIR sama dengan nilai variabel ILHAM yaitu 75 (AMIR=ILHAM), dan nilai variabel RAKA sama dengan alamat memori dari nilai variabel ILHAM (RAKA=&ILHAM) karena menggunakan operator dereference yang ditandai dengan tanda (&). Jadi yang output untuk nilai variabel RAKA adalah hanya alamat dari memori nilai variabel ILHAM yaitu 0x0012ff88.

Cara mendeklarasikan Operator Pointer Dereference adalah sebagai berikut :

tipe_data *nama_variabel

Contoh Program menggunakan Pointer Dereference :

/*Penggunaan Pointer Dereference*/
#include<iostream>
#include<conio>
main()
{
    int ilham,*raka,amir;
    ilham=75;
    raka=&ilham;   /*Nilai variabel raka adalah merupakan alamat memori dari nilai ilham*/
    amir=ilham;
    cout<<"Nilai Iham adalah "<<ilham<<endl;
    cout<<"Nilai Raka adalah "<<raka<<endl;
    cout<<"Nilai Amir adalah "<<amir<<endl;
    getch();
}


Tampilan Programnya adalah :



2.    Operator Reference (*)

Operator Reference atau biasa disebut dengan “value pointed by”. Bedanya dengan Operator Dereference, operator ini akan menampilkan nilai yang terdapat dalam suatu alamat memori, bukan menampilkan alamat memorinya.

Ilham=75;
Raka=&Ilham;
Rafli=*Raka;
      

                
 Keterangan :

Dari gambar di atas dimana nilai variabel ILHAM (Ilham=75) sudah ditentukan sebelumnya yaitu 75 dengan alamat memori 0x001ff88. Sedangkan nilai variabel RAKA adalah merupakan alamat memori dari nilai variabel ILHAM (Raka=&Ilham) karena menggunakan operator pointer deference (diawali dengan tanda “&”) yaitu 0x001ff88 dan untuk nilai variabel RAFLI merupakan nilai yang terdapat dalam alamat memori dari nilai variabel RAKA (Rafli=*Raka) karena menggunakan operator pointer reference (diawali dengan tanda “*”) yaitu 75.




/*Penggunaan Pointer Reference*/
#include<conio>
#include<iostream>
main()
{
   int ilham,rafli,*raka;
   ilham=75;
   raka=&ilham;
   rafli=*raka;

   cout<<"Nilai Ilham adalah : "<<ilham<<endl;
   cout<<"Nilai Raka adalah  : "<<raka<<endl;
   cout<<"Nilai Rafli adalah : "<<rafli<<endl;

   getch();
}

Untuk tampilan Programnya adalah :

 
 
 
 
 
Macro

Preprocessor Directives
Adalah suatu perintah yang termasuk kedalam program, tetapi bukanlah instruksi dari program itu sendiri, tetapi untuk preprocessor. Preprocessor ini dijalankan secara otomatis oleh kompiler, ketika didalam proses penterjemahan (Compile) program berlangsung, didalamnya membuat nilai pembuktian pertama dan menterjemahkan code program didalam kode objek. Didalam penggunaan preprocessor directive selalu dimulai dengan tanda : #
Ada beberapa preprocessor directive, diantaranya adalah :

# define

Digunakan untuk mendefinisikan suatu nilai tertentu kepada suatu nama konstanta.
Bentuk umum dari preprocessor directive #define ini adalah:

#define nama_konstanta teks

Contoh :
Teks

#define A 6

Nama_Konstanta

Dalam pendeklarasian preprocessor directive #define,
Nama_Konstanta sebaiknya ditulis dengan menggunakan huruf besar, guna untuk membedakannya dengan nama_variabel. Sedangkan Teks merupakan suatu nilai yang diberikan pada nama_konstanta. Teks dapat berupa :
• Numerik                       à #define PI 3.14
• Karakter                       à #define HURUF ‘B’
• String                            à #define JABATAN “INSTRUCTOR”
• Pernyataan                   à #define CETAK (“Borland C++”)
• Fungsi Sederhana         à #define LUAS_KUBUS (n*n)

Contoh1:

/* ————————– */
/* Program Penggunaan #define */
/* ————————– */
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
#define PI 3.141592
#define L(n) PI*n*n
main()
{
clrscr();
cout<<“Luas Lingkaran dengan : “<<endl;
cout<<“Jari-jari = 5 adalah “<<L(5)<<endl;
cout<<“Jari-jari = 10 adalah “<<L(10)<<endl;
getche();
}

# include

berfungsi untuk memasukkan atau menyertakan file-file header kedalam program yang akan dibuat. Dalam penulisan #include ada dua bentuk penulisan :
#include nama_file_header
atau
#include <nama_file_header>

Pada bentuk penulisan #include mempunyai arti yang berbeda, yaitu :

#include nama_file_header
“Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang sedang aktif dan apa bila tidak ditemukan akan mencari pada directori dimana file header tersebut berada “.

#include <nama_file_header>
“Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang ada file headernya, kecuali pada directori yang sedang aktif.

Pembuatan File Header
File Header adalah suatu file dengan akhiran .h . File ini sebenarnya berisikan deklarasi fungsi dan definisi konstanta. Selain file-file header standar yang disediakan oleh C++, kita dapat juga membuat file header sediri, dengan cara yang sama seperti membuat file editor. Yang harus diperhatikan pada saat menyimpan file header yang telah dibuat harus digunakan akhiran .h .

Buatlah program file heder dibawah ini, kemudian simpan dengan nama : atur.h, pada folder kerja anda folder include

Contoh-1

/* atur.h */
#define awal {
#define akhir }
#define mulai() main()
#define cetak cout
#define tampil cprintf
#define masuk cin
#define hapus() clrscr()
#define jika if
#define warna textcolor
#define tahan getche()


 
 
 
 
 
 
 

Pertemuan 9

Array pada C++

Array adalah kumpulan dari nilai-nilai data bertipe sama dalam urutan tertentu yang menggunakan sebuah nama yang sama. Nilai-nilai data di suatu larik disebut dengan elemen-elemen larik.
Letak urutan dari suatu elemen larik ditunjukkan oleh suatu subscript atau suatu index.
Menurut dimensinya, array dapat dibedakan menjadi :
 
1. Array satu dimensi
Setiap elemen array dapat diakses melalui index
Index array secara default dimulai dari 0
Deklarasi array :
Tipe_array nama_array[ukuran]
  2. Array dua dimensi
Array dua dimensi merupakan array yang terdiri dari m buah baris dan n buah buah kolom bentuknya dapat berupa matriks atau tabel.
Deklarasi array :
Tipe_array nama_array [baris][kolom]

3.Array multidimensi
Array multidimensi merupakan array yang mempunyai ukuran lebih dari dua. Bentuk pendeklarasian array multidimensi sama saja dengan deklarasi array dimensi satu maupun dimensi dua.
Deklarasi array :

Tipe_array nama_array [ukuran 1][ukuran 2] . . . [ukuran N]
Perbedaan array dengan tipe data lain :
Array dapat mempunyai sejumlah nilai, sedangkan tipe data lain hanya dihubungkan dengan sebuah nilai saja.
Array dapat digunakan untuk menyimpan beberapa nilai tipe data lain data (char, int, float, double, long, dll) yang sama dengan satu nama saja.
Selain itu, array dapat berupa satu dimensi atau lebih, sedangkan tipe data lain hanya berupa satu dimensi.
Array juga dapat digunakan sebagai parameter. Jenisnya :

a. Array dimensi satu sebagai parameter :
-Pengiriman parameter berupa array dimensi satu merupakan pengiriman secara acuan/referensi, karena yang dikirimkan adalah alamat dari elemen pertama arraynya, bukan seluruh nilai-nilai elemenya. Alamat elemen pertama dari array dapat ditunjukkan oleh nama lariknya yang tidak ditulis dengan indeknya.

b.Array dua dimensi sebagai parameter :
-Pengiriman parameter berupa array dua dimensi hampir sama dengan pengiriman parameter array satu dimensi, hanya saja perbedaannya adalah dalam array dua dimensi harus menyebutkan baris dan kolom array dimensi dua tersebut, mendeklarasikan MAX_ROWS dan MAX_COLS yang digunakan untuk pengiriman parameter array dua dimensi dan pada saat pengiriman parameter formal array dua dimensi, kita harus menyebutkan banyaknya dimensi array untuk kolom, sehingga ukuran kolom dapat diketahui, hal ini berkaitan dengan pemesanan variabel array di memori.


Pendefinisian Tipe Array
Dalam C++ Bentuk umumnya seperti ini :
Tipe_data nama_variabel_array[jumlah_elemen_array];
Contoh :
int Nilai[5];

Contoh diatas didefinisikan sebuah variabel array dengan nama nilai yang mempunyai lima buah elemen, diman nomor elemen dimulai dari angka 0 dan digambarkan seperti  ini :

Dalam C++ nomor elemen selalu diawali dengan 0. Penomoran elemen diberikan secara otomatis oleh c++, sehingga yang kita tentukan pada saat pendefinisian array hanyalah jumlah elemennya saja,

Operasi Pada Array
Nilai[0] = 10;
Jadi pengertian dari code diatas adalah : “masukan data 10 pada array di nomor elemen 0”, digambarkan seperti ini :
Sekarang kita coba mengisi dengan nilai yang sama pada elemen no.3, cara nya adalah seperti ini :
Nilai[3]=Nilai[0];
Pengertian code diatas, silakan terjemahkan sendiri, harusnya teman-teman sudah taulah, ok, ini gambarannya :
--------------------------------------------------------------------------
Contoh 1. Penggunaan array dalam C++:
Program di bawah ini untuk membaca data kemudian menampilkannya.
#include
#include
void main()
{
int data[10]; // array dengan 10 elemen bertipe integer
int elemen;
clrscr();
// entri 10 data
for (elemen=0;elemen <= 9;elemen++)
{
cout << “Data ke – “ << elemen << “: “;
cin >> data[elemen];
}
// tampilkan data setelah entri
for (elemen=0;elemen <= 9;elemen++)
{
cout << “Data ke – “ << elemen << “: “ << data[elemen];
}
}
NB: Dalam C/C++ elemen array dimulai dari 0.
 
Contoh 2. Program untuk menampilkan data array dari hasil inisialisasi:
#include
#include
void main()
{
int data[5] = {4, 1, 0, -9, 8};
int elemen;
clrscr();
// tampilkan data
for (elemen=0;elemen <= 4;elemen++)
{
cout << “Data ke – “ << elemen << “: “ << data[elemen];
}
}
--------------------------------------------------------------------------------
Contoh 3. Program untuk mencari data dari array, dan menampilkan nomor
elemennya:
#include
#include
void main()
{
int data[10] = {4, 1, 0, -9, 8, 5, -1, 2, 3, -7};
int elemen, ketemu;
cout << “Data yang dicari : “;
cin >> x;
ketemu = 0;
for(elemen=0; elemen<= 9; elemen++)
{
if (data[elemen] == x)
{ ketemu =
!
ketemu;
break;
}
}
if (ketemu == 0) cout << “Data tidak ditemukan “;
else cout << “Data ada di elemen : “ << elemen;
}
-----------------------------------------------------------------------------------
Contoh 4. Program untuk menampilkan data terbesar (maks) dari suatu array:
#include
#include
void main()
{
int data[10] = {4, 1, 0, -9, 8, 5, -1, 2, 3, -7};
int elemen, max;
max = data[0];
for(elemen=0; elemen<= 9; elemen++)
{
if (data[elemen]>max) max = data[elemen];
else max = max;
}
cout << “Nilai maksimum adalah : “ << max;
}
Array di atas adalah array dimensi satu. Bagaimana dengan array dimensi dua?
Berikut ini contoh penggunaan array dua dimensi:
#include
#include
void main()
{
int j, k;
int data[5][3] =
{
{3, 4, -1},
{2, 3, 0},
{1, 1, 2},
{5, 9, -4},
{6, 6, 2}
};
for (j = 0; j<=4; j++)
{
for (k = 0; k<=2; k++)
cout << “data[“ << j << “][“<< k << “] = “ << data[j][k] << endl;
}
}

Pertemuan VI


Perulangan (LOOPING) pada Bahasa C++


Perulangan adalah suatu atau serangkaian bentuk kegiatan mengulang suatu statement sampai batas yang diinginkan.
Jawaban untuk pertanyaan ke dua
Bentuk umum Perulangan pada bahasa C++ ada  3 antara lain :
1. Perulangan FOR
    Digunakan untuk mengulang suatu proses yang telah diketahui jumlah perulangannya.
Bentuk umumnya:
for( awal ; kondisi ; counter )
{
Statementl;
Statement2;
}
Statement3;
2. Perulangan WHILE
    Digunakan bila jumlah perulangannya belum diketahui.
Bentuk umumnya:
while( expression )
{
Statementl;
Statement2;
}
Statement3;
3. Perulangan DO WHILE
    Perulangan DO WHILE dan WHILE hampir sama, perbedaannya dengan while, do … while memiliki pengecekan kondisi yang terletak setelah statement perulangan.
Bentuk umumnya:
do
{
Statementl;
Statement2;
}
while( expression )
Statement3;
Contoh Program Sederhana menggunakan Perulangan pada bahasa C++ menggunakan FOR :
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include <iostream.h>
void main()
{
int i;//deklarasi
for (i=20; i<=120; i++) //  pengulangan data dari 21 sampai dengan 119
{if(i%2==0) // jika i habis dibagi 2 maka tampilkan
{cout<<i<<endl;} //tampilkan
}
getch();
}

PERULANGAN
   Dalam C++ perulangan digunakan untuk menjalankan satu perintah atau lebih, dan dilakukan secara berulang selama kondisi tertentu.
Secara umum perulangan terdiri dari 3 komponen, dengan kata lain memiliki 3 ciri khas :
  1. Nilai Awalyang berfungsi sebagai inisialisasi.
  2. Perubah Nilai, untuk menentukan berapa kali jumlah perulangan akan dikerjakan.
  3. Syarat, sebuah pernyataan / kondisi tertentu guna mengambil keputusan eksekusi program.
  Ada beberapa jenis perulangan yang bisa kita gunakan dalam pemrograman C++ diantaranya sebagai berikut :
  • for
  • do…while
  • while
Sementara itu, untuk studIKasus di atas saya akan menggunakan while, sehingga program akan dieksekusi selama while tertentu, adapun cara penulisannya sbb :
while ( syarat ) {
pernyataan ke-n;
Perubah Nilai;
}
contoh :
while (i < 10) {
if (i%2 == 0) {
cout << i << " ";
i++;
}
}
B. PERCABANGAN
Dalam C++ percabangan digunakan untuk memecahkan persoalan dan mengambil keputusan dari beberapa pernyataan. Ada beberapa jenis percabangan yang bisa kita gunakan dalam pemrograman C++ diantaranya sebagai berikut :
  • if
  • if – else
  • switch – case
Untuk studIKasus diatas saya akan menggunakan if – else dan switch – case, sehingga mengandung pengertian “jika kondisi benar, maka kerjakan pernyataan 1, selain itu kerjakan pernyataan 2 apabila pernyataan 1 tidak memenuhi syarat”. Adapun cara penulisannya sebagai berikut :
if (kondisi) {
pernyataan 1;
}
else {
pernyataan 2;
}
contoh :
if ( tot_beli >= 50000 ) {
potongan = 0.2 * tot_beli;
}
else {
potongan = 0.05 * tot_beli;
}
Sedangkan switch – case intinya sama dengan if – else, akan tetapi switch – case hanya bisa memeriksa data yang bertipe char dan int, selain itu tidak bisa. Adapun cara penulisannya sebagai berikut :
switch (syarat) {
case kontanta-1:
pernyataan 1;
break;
case konstanta-2:
perintah 2;
break;
default:
perintah;
}
contoh :
switch (Hari) {
case 1:
cout << "Ahad";
break;
case 2:
cout << "Senin";
break;
default:
cout << "Selasa";
}
C. KEYWORD
  Dalam pemrograman C++ keyword digunakan untuk membentuk fungsi tertentu, sedangkan cara pendeklarasiannya berbeda – beda, sebab ada beberapa keyword yang perlu #include <file> agar bisa dikenali oleh compiler, namun ada juga yang tidak perlu.
Ada beberapa jenis keyword yang bisa kita gunakan dalam pemrograman C++ diantaranya sebagai berikut :
  • break
  • continue
  • goto
  • gotoxy
  • exit
Namun dikarenakan kita dihimbau untuk mengacu pada pemrograman terstruktur maka, kita upayakan untuk menghindari goto sejauh-jauhnya.
Sementara itu, untuk studIKasus diatas saya akan coba menggunakan break dan exit ;
break : digunakan untuk keluar dari suatu statement baik berupa pengecekan maupun perulangan, namun paling sering digunakan pada percabangan switch – case, sehinga break digunakan untuk keluar dari case.
untuk cara penulisan bisa melihat pada contoh struktur switch – case.
exit : merupakan pernyataan yang berfungsi untuk keluar dari program dan pernyataan ini memerlukan sebuah #include <stdlib.h> pada header, sehingga pernyataan dapat dibaca oleh compiler. Adapun cara dpenulisannya sebagai berikut :
exit(7);  maka memiliki pengertian bahwa fungsi exit diberi nilai 7, sehingga jika kita memasukan nilai 7 maka program akan keluar.
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
#include <stdlib.h>
void main() {
pernyataan1;
pernyataan1;
exit(7);
}
Penyelesaian :
Al-Hasil :
Tugas C
IF-ELSE MODE PROGRAMS :
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
#include <stdlib.h>
/**-------------------------
Name : wawan chahyo nugroho
NIM : 12131249
Blog : www.gatewan.com
---------------------------**/
void main() {
unsigned int pilihan;
cout << "MENU PILIHAN" << endl;
cout << "------------" << endl;
cout << "1. hitung luas lingkaran" << endl;
cout << "2. hitung luas persegi" << endl;
cout << "3. hitung luas segitiga" << endl;
cout << "4. exit" << endl;
cout << "------------" << endl;
while (pilihan>=0){
cout << "pilihan anda (1/2/3/4) : "; cin >> pilihan;
if (pilihan== 1) {
cout << "-------------------------------------"<< endl;
cout << "Menghitung Luas Lingkaran" << endl;
float r;
cout << "Masukan jari-jari : "; cin >> r;
float Ll = 3.14*r*r;
cout << "Luas Lingkaran : " << Ll << endl;
cout << "-------------------------------------"<< endl;
}
else if (pilihan== 2){
cout << "-------------------------------------"<< endl;
cout << "Menghitung Luas Persegi" << endl;
float p;
cout << "Masukan Panjang : "; cin >> p;
float l;
cout << "Masukan Lebar : "; cin >> l;
float Lp = p*l;
cout << "Luas Persegi : " << Lp << endl;
cout << "-------------------------------------"<< endl;
}
else if (pilihan== 3){
cout << "-------------------------------------"<< endl;
cout << "Menghitung Luas Segitiga" << endl;
float a;
cout << "Masukan Alas : "; cin >> a;
float t;
cout << "Masukan Tinggi : "; cin >> t;
float Ls = 0.5*a*t;
cout << "Luas Segitiga : " << Ls << endl;
cout << "-------------------------------------"<< endl;
}
else if (pilihan==4) {
exit(4);
}
else {
cout << "Kode Yang Anda Masukan Salah...!!!"<< endl;
}
}
getch();
}
SWITCH-CASE MODE PROGRAMS :
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
#include <stdlib.h>
/**-------------------------
Name : wawan chahyo nugroho
NIM : 12131249
Blog : www.gatewan.com
---------------------------**/
void main() {
unsigned int pilihan;
float r, Ll, p, l, Lp, a, t, Ls;
cout << "MENU PILIHAN" << endl;
cout << "------------" << endl;
cout << "1. hitung luas lingkaran" << endl;
cout << "2. hitung luas persegi" << endl;
cout << "3. hitung luas segitiga" << endl;
cout << "4. exit" << endl;
cout << "------------" << endl;
while (pilihan>=0){
cout << "pilihan anda (1/2/3/4) : "; cin >> pilihan;
switch(pilihan) {
case 1:
cout << "-------------------------------------"<< endl;
cout << "Menghitung Luas Lingkaran" << endl;
cout << "Masukan jari-jari : "; cin >> r;
Ll = 3.14*r*r;
cout << "Luas Lingkaran : " << Ll << endl;
cout << "-------------------------------------"<< endl;
break;
case 2:
cout << "-------------------------------------"<< endl;
cout << "Menghitung Luas Persegi" << endl;
cout << "Masukan Panjang : "; cin >> p;
cout << "Masukan Lebar : "; cin >> l;
Lp = p*l;
cout << "Luas Persegi : " << Lp << endl;
cout << "-------------------------------------"<< endl;
break;
case 3:
cout << "-------------------------------------"<< endl;
cout << "Menghitung Luas Segitiga" << endl;
cout << "Masukan Alas : "; cin >> a;
cout << "Masukan Tinggi : "; cin >> t;
Ls = 0.5*a*t;
cout << "Luas Segitiga : " << Ls << endl;
cout << "-------------------------------------"<< endl;
break;
case 4:
exit(4);
break;
default:
cout << "Kode Yang Anda Masukan Salah...!!!"<< endl;
}
}
getch();
}