Selasa, 22 September 2015

Pertemuan X

Pointer Dan Macro pada C++



                Pada pembahasan kali ane akan coba menjelaskan sedikit tentang Pointer yang tentunya masih pada C++. Pointer sendiri memang ane akuin sedikit agak susah dipahami sih, ane aja harus baca-baca dari modul dan literature lain dulu baru bisa sedikit agak paham nih sama yang namanya pointer pada C++. Langsung aja ya gan….Cekidot…!!!.


  •         Pengertian Pointer

Pointer merupakan sebuah variabel yang berisi alamat dari variabel lain. Suatu pointer dimaksudkan untuk menunjukan ke suatu alamat memori sehingga alamat dari suatu variabel dapat diketahui dengan mudah. Arti pointer dalam bahasa sehari-hari adalah petunjuk atau bisa di bilang penentu atau pointer secara sederhana bisa diartikan sebagai tipe data yang nilainya mengarah pada nilai yang terdapat pada sebuah area memori (alamat memori). Namun dalam bahasa C, Pointer bisa berfungsi sebagai variabel array berarti pointer sebagai penunjuk elemen array ke-0 dalam variabel C. 



  •      Fungsi Pointer
 
Fungsi Pointer yang utama adalah untuk menyimpan alamat memori dari sebuah variable. Selain menyimpan alamat dari sebuah variable, Pointer juga berfungsi untuk menyimpan alamat memori dari sebuah fungsi. 



  •       Macam-macam Pointer



Terdapat dua macam operator pointer yang disediakan oleh C++, yaitu :

1.    Operator Dereference (&)
       Operator ini biasa disebut dengan “address of” atau operator alamat. Dengan menggunakan operator dereference ini, suatu variable akan menghasilkan/menampilkan alamat lokasi memori.



Keterangan :

Jika dilihat dari gambar di atas, sudah ditentukan dimana nilai variable dari ILHAM adalah 75, sedangkan nilai variabel AMIR sama dengan nilai variabel ILHAM yaitu 75 (AMIR=ILHAM), dan nilai variabel RAKA sama dengan alamat memori dari nilai variabel ILHAM (RAKA=&ILHAM) karena menggunakan operator dereference yang ditandai dengan tanda (&). Jadi yang output untuk nilai variabel RAKA adalah hanya alamat dari memori nilai variabel ILHAM yaitu 0x0012ff88.

Cara mendeklarasikan Operator Pointer Dereference adalah sebagai berikut :

tipe_data *nama_variabel

Contoh Program menggunakan Pointer Dereference :

/*Penggunaan Pointer Dereference*/
#include<iostream>
#include<conio>
main()
{
    int ilham,*raka,amir;
    ilham=75;
    raka=&ilham;   /*Nilai variabel raka adalah merupakan alamat memori dari nilai ilham*/
    amir=ilham;
    cout<<"Nilai Iham adalah "<<ilham<<endl;
    cout<<"Nilai Raka adalah "<<raka<<endl;
    cout<<"Nilai Amir adalah "<<amir<<endl;
    getch();
}


Tampilan Programnya adalah :



2.    Operator Reference (*)

Operator Reference atau biasa disebut dengan “value pointed by”. Bedanya dengan Operator Dereference, operator ini akan menampilkan nilai yang terdapat dalam suatu alamat memori, bukan menampilkan alamat memorinya.

Ilham=75;
Raka=&Ilham;
Rafli=*Raka;
      

                
 Keterangan :

Dari gambar di atas dimana nilai variabel ILHAM (Ilham=75) sudah ditentukan sebelumnya yaitu 75 dengan alamat memori 0x001ff88. Sedangkan nilai variabel RAKA adalah merupakan alamat memori dari nilai variabel ILHAM (Raka=&Ilham) karena menggunakan operator pointer deference (diawali dengan tanda “&”) yaitu 0x001ff88 dan untuk nilai variabel RAFLI merupakan nilai yang terdapat dalam alamat memori dari nilai variabel RAKA (Rafli=*Raka) karena menggunakan operator pointer reference (diawali dengan tanda “*”) yaitu 75.




/*Penggunaan Pointer Reference*/
#include<conio>
#include<iostream>
main()
{
   int ilham,rafli,*raka;
   ilham=75;
   raka=&ilham;
   rafli=*raka;

   cout<<"Nilai Ilham adalah : "<<ilham<<endl;
   cout<<"Nilai Raka adalah  : "<<raka<<endl;
   cout<<"Nilai Rafli adalah : "<<rafli<<endl;

   getch();
}

Untuk tampilan Programnya adalah :

 
 
 
 
 
Macro

Preprocessor Directives
Adalah suatu perintah yang termasuk kedalam program, tetapi bukanlah instruksi dari program itu sendiri, tetapi untuk preprocessor. Preprocessor ini dijalankan secara otomatis oleh kompiler, ketika didalam proses penterjemahan (Compile) program berlangsung, didalamnya membuat nilai pembuktian pertama dan menterjemahkan code program didalam kode objek. Didalam penggunaan preprocessor directive selalu dimulai dengan tanda : #
Ada beberapa preprocessor directive, diantaranya adalah :

# define

Digunakan untuk mendefinisikan suatu nilai tertentu kepada suatu nama konstanta.
Bentuk umum dari preprocessor directive #define ini adalah:

#define nama_konstanta teks

Contoh :
Teks

#define A 6

Nama_Konstanta

Dalam pendeklarasian preprocessor directive #define,
Nama_Konstanta sebaiknya ditulis dengan menggunakan huruf besar, guna untuk membedakannya dengan nama_variabel. Sedangkan Teks merupakan suatu nilai yang diberikan pada nama_konstanta. Teks dapat berupa :
• Numerik                       à #define PI 3.14
• Karakter                       à #define HURUF ‘B’
• String                            à #define JABATAN “INSTRUCTOR”
• Pernyataan                   à #define CETAK (“Borland C++”)
• Fungsi Sederhana         à #define LUAS_KUBUS (n*n)

Contoh1:

/* ————————– */
/* Program Penggunaan #define */
/* ————————– */
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
#define PI 3.141592
#define L(n) PI*n*n
main()
{
clrscr();
cout<<“Luas Lingkaran dengan : “<<endl;
cout<<“Jari-jari = 5 adalah “<<L(5)<<endl;
cout<<“Jari-jari = 10 adalah “<<L(10)<<endl;
getche();
}

# include

berfungsi untuk memasukkan atau menyertakan file-file header kedalam program yang akan dibuat. Dalam penulisan #include ada dua bentuk penulisan :
#include nama_file_header
atau
#include <nama_file_header>

Pada bentuk penulisan #include mempunyai arti yang berbeda, yaitu :

#include nama_file_header
“Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang sedang aktif dan apa bila tidak ditemukan akan mencari pada directori dimana file header tersebut berada “.

#include <nama_file_header>
“Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang ada file headernya, kecuali pada directori yang sedang aktif.

Pembuatan File Header
File Header adalah suatu file dengan akhiran .h . File ini sebenarnya berisikan deklarasi fungsi dan definisi konstanta. Selain file-file header standar yang disediakan oleh C++, kita dapat juga membuat file header sediri, dengan cara yang sama seperti membuat file editor. Yang harus diperhatikan pada saat menyimpan file header yang telah dibuat harus digunakan akhiran .h .

Buatlah program file heder dibawah ini, kemudian simpan dengan nama : atur.h, pada folder kerja anda folder include

Contoh-1

/* atur.h */
#define awal {
#define akhir }
#define mulai() main()
#define cetak cout
#define tampil cprintf
#define masuk cin
#define hapus() clrscr()
#define jika if
#define warna textcolor
#define tahan getche()


 
 
 
 
 
 
 

0 komentar:

Posting Komentar